Perbedaan NDI & NDI|HX

Written by Meilisa

April 13, 2023

NDI|HX diperkenalkan oleh NewTek di tahun 2017 selang 2 tahun setelah diperkenalkannya NDI, tapi semakin membingungkan ketika di tahun 2019, NewTek kembali memperkenalkan yang namanya NDI|HX2 sehingga banyak sekali yang bertanya, “apa sih perbedaan antara NDI, NDI|HX, dan NDI|HX2?”.

Kita mulai dari tahun 2015 dimana NewTek memperkenalkan NDI dengan sebutan full bandwidth. Buat teman-teman yang belum tahu apa itu NDI, NDI adalah Network Device Interface. Sudah ada artikel sebelumnya mengenai history dari NDI jadi teman-teman bisa baca artikel tersebut.

Di tahun 2015 NewTek memperkenalkan NDI, di mana NDI itu dapat mendistribusikan audio, video tally, data, dan kontrol lewat satu single kabel yaitu cable UTP. Core Value dari NDI tersebut adalah mudah untuk di set-up karena terdapat auto-discovery atau penemuan secara otomatis itu sudah diimplementasikan di NDI, maka dari itu sebenarnya kita tidak memerlukan para profesional di bidang network yang memiliki kemampuan khusus dalam networking untuk melakukan set-up. Karena ketika sebuah NDI devices, input encoder yang disambungkan ke jaringan maka handphone akan langsung mendeteksi source tersebut jadi kita tidak perlu melakukan secara manual IP yang kita butuhkan. Dengan kemudahan tersebut semua orang bisa melakukan setup.

 

  • facebook
  • Twitter
  • Google+
  • LinkedIn

Nah pasti pertanyaan dari teman-teman sekalian adalah bagaimana mengenai latency?.

Latency bisa kita sebut sebagai delay. Latency itu adalah satuan waktu dimana satu data itu dikirimkan dari point satu ke point kedua. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan sebuah data dari point satu ke point kedua itulah yang kita sebut latency atau delay.

Kita tahu selama ini kita menggunakan kabel HDMI atau SD itu hampir zero latency atau tidak ada delay. Jika kita menggunakan IP tradisional biasanya masalah yang muncul adalah latency atau delay. Memang untuk segelintir orang delay sedikit itu tidak masalah, tapi untuk orang yang ingin menunjukkan video ke layar big screen dalam kondisi live itu benar-benar merupakan sebuah tantangan.

Tapi, NDI full bandwidth bisa menjawab tantangan ini karena NDI full bandwidth ini menggunakan codec SHQ atau Speed HQ  yang sangat low-latency tapi kekurangannya adalah bandwidth yang digunakan masih besar. Kalau kita menggunakan 1 NDI source dalam infrastruktur sebenarnya tidak ada masalah, itu kita bisa jalankan dengan aman. Tapi masalah akan datang ketika kita menggunakan multiple input NDI source ke dalam satu infrastruktur jaringan. Apalagi kita menggunakan jaringannya 10100 itu mungkin 2 input aja sudah nge-lag juga ya, apalagi lebih dari itu. Maka dari itu kita menganjurkan untuk menggunakan gigabyte switch, dimana gigabyte switch bisa menampung 1001 Giga. Jadi jika satu inputnya bisa dapet 150mbps untuk full bandwidth, mungkin kita bisa dapat sekitar 6-8 input. Jika kita menggunakan lebih dari itu, maka akan bermasalah di jaringan.

Di tahun 2017, NewTek kembali memperkenalkan yang namanya NDI|HX atau High Efficiency. Kenapa disebut High Efficiency? Karena dia menggunakan codec yang namanya H.264, adalah codec sejuta umat yang masih paling bagus yang masih dipakai kita semua semua. Dengan menggunakan koneksi 264 ini memang bisa menekan main switch. Tapi, ini adalah hukum alam dimana bandwidth turun, maka latency-nya naik. Jadi kalau misalnya bandwidth tinggi, latensinya rendah dan sebaliknya.

Di tahun 2019, NewTek kembali memperkenalkan yang namanya NDI|HX2, dimana perbedaannya adalah NDI|HX2 ini menggunakan codec H265. Secara umum sebenarnya h265 itu memiliki bandwidth yang lebih kecil lagi daripada h264.

Oke kita sampai pada kesimpulannya ya dimana NDI Full Bandwidth dan NDI|HX itu adalah metode mengirimkan video signal melalui jaringan. Untuk mengimplementasikan itu sangat tergantung pada infrastructure network dan jaringan kita. Jika teman-teman infrastruktur networknya itu masih menggunakan GB Switch satu dan dicampur dengan yang lain, baiknya menggunakan NDI|HX dimana bandwidth-nya itu lebih kecil dan juga tips terakhir baiknya kalau kita mengimplementasikan NDI, jangan digabungkan dengan infrastrukturnya yang sudah ada, karena bisa mempengaruhi bandwidth.

 

Subscribe Our Newsletter!

Related Articles

Kiloview D350 4K H.264/H.265 Decoder

Kiloview D350 4K H.264/H.265 Decoder

Kiloview D350 4K H.264/H.265 Decoder Professional. Kiloview D350 dapat secara bersamaan men-decode hingga 9 aliran video jaringan melalui interface 3G-SDI dan HDMI, dengan resolusi output hingga 4Kp60. Perangkat ini efisien dan portabel, menawarkan encoding video...

Outdoor Live Streaming dengan Kiloview P3

Outdoor Live Streaming dengan Kiloview P3

Dalam dunia siaran, kemampuan untuk menstransmisikan video secara real-time dari lokasi yang jauh sangat penting. Namun, sering kali kita mengalami kesulitan untuk mempertahankan koneksi internet yang stabil dan cepat. Meskipun memungkinkan untuk melakukan streaming...

Best Auto-Tracking PTZ Camera – Telycam Vision+ N3

Best Auto-Tracking PTZ Camera – Telycam Vision+ N3

PTZ Camera Auto Tracking adalah sebuah teknologi yang sekarang sedang dicari banyak orang di kalangan production house, rumah ibadah, ruang kelas training, dan lain-lain. Karena kemudahannya untuk mendeteksi presenter kemanapun mereka berada, sehingga kita tidak perlu...

Stay Up to Date With The Latest News & Updates

Get Your Product Disc

Join Our mailing list and get your NDI product discount for 10% off!

Join Our Newsletter

Lot of cool content waiting for you!

Follow Us

We are sharing much AV knowledge, Join our community!

// Put this code snippet inside script tag

Subscribe To Our Newsletter

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our team.

You have Successfully Subscribed!